Beranda > Ensiklopedia Burung > Burung Murai Batu Nias Gacor, Ciri Hingga Tips Merawatnya

Artikel & Rujukan Sudah Diverifikasi Verified

Burung Murai Batu Nias Gacor, Ciri Hingga Tips Merawatnya

Ā Avesnesia.com – Berencana untuk membeli dan memelihara burung murai batu Nias gacor ? Jika jawabannya adalah iya, alangkah lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu informasi mengenai bagaimana ciri hingga tips merawat mereka yang akan dijelaskan pada artikel ini.

Apa Itu Burung Murai Batu Nias Gacor?

Burung murai batu Nias adalah salah satu jenis burung kicau yang digemari banyak orang karena bisa menirukan beberapa suara burung lainnya. Kemampuannya ini sama dengan burung cendet atau burung jalak.

Pada tahun 1947, burung ini mendapatkan penghargaan karena mempunyai suara kicauan yang sangat merdu. Oleh karena itu, mereka banyak diikutkan dalam perlombaan gantangan.

Nama ilmiah burung ini adalah Copsychus malabaricus dan biasa disebut sebagai kucica hutan. Mereka tersebar di seluruh Pulau Sumatera, sebagian Pulau Jawa, dan Semenanjung Malaysia.

Burung Murai Batu Nias Gacor Kicau
Burung Murai Batu Nias Gacor Kicau

Selain burung murai batu Nias, adapun beberapa jenis burung murai batu, yaitu burung murai batu Medan, murai Lampung, murai Kalimantan, murai Jawa, murai Sabang, murai Borneo, murai Balak, murai Thailand, murai Filipina, murai Golden Shama, murai Jambi, murai Bahorok, murai Irian, murai Malaysia, murai Bordan, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Burung Murai Batu Nias

Selain tubuh kecil dan suara merdu, burung yang satu ini juga mempunyai banyak ciri sebagai pembeda antara satu spesies dengan spesies lainnya. Berikut adalah ulasan mengenai ciri-ciri burung murai batu Nias, antara lain:

Burung Murai Batu Nias
Burung Murai Batu Nias
  • Mempunyai ekor sepanjang 20 hingga 25 cm, tetapi adapun spesies yang mempunyai ekor lebih pendek daripada itu karena perkawinan silang dengan jenis burung murai lainnya.
  • Tubuhnya berukuran 14 hingga 17 cm.
  • Ekornya berwarna hitam pekat tanpa motif atau polosan.
  • Mempunyai suara kicauan yang lebih lantang, melengking, dan merdu dibandingkan jenis burung murai lainnya.
  • Kemampuan adaptasinya tinggi sehingga mudah untuk dijinakkan dan tidak rentan mengalami stress.
  • Mudah untuk dimasterkan atau pelatihan kicauan dibandingkan jenis burung lain.
  • Bisa menirukan suara burung yang ada di sekitarnya.
  • Dada berwarna cokelat atau jingga kusam, sama dengan burung murai batu yang lain.
  • Berasal dari Kepulauan Nias, Sumatra Barat, Indonesia.
  • Tubuh jantan lebih besar dibandingkan betina dan suaranya pun juga lebih keras.
  • Mempunyai postur tubuh yang hampir sama dengan jenis burung murai batu Lampung, yaitu tubuh besar dan membulat.

Tips Merawat Burung Murai Batu Nias Gacor Juara

Agar tetap sehat dan bisa mengeluarkan kicauan yang merdu, Anda harus memberikan perawatan terbaik untuk mereka. Berikut ini adalah sejumlah tips yang bisa Anda coba, antara lain:

Burung Murai Batu Nias Kicau
Burung Murai Batu Nias Kicau
  • Jemur burung di bawah sinar matahari ketika pukul 07.00 hingga 09.30 pagi. Lakukan hal ini selama 30 menit sebelum dimandikan agar mereka tidak kaget dan bisa lebih cepat beradaptasi.
  • Setelah itu, mandikan burung di keramba atau langsung disemprot.
  • Bersihkan kandang secara rutin agar tidak menjadi sarang penyakit.
  • Berikan pakan dan minuman yang berkualitas. Anda bisa memberikan 4 sampai 5 jangkrik pada burung murai batu Nias dewasa. Sebaiknya, letakkan jangkrik pada tempat makan bukannya di tangan Anda agar mereka tidak terlalu manja. Boleh melakukan hal tersebut untuk mendekatkan diri, tetapi jangan terlalu sering.
  • Berikan makanan berupa kroto dan cacing sebanyak satu kali dalam seminggu.
  • Tambahkan pula multivitamin pada makanan atau minuman mereka sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu.
  • Ketika pemasteran, tutup burung dalam tirai selama 10 sampai 15 menit agar suaranya original atau tidak meniru suara burung lainnya.
  • Sebelum mengikuti lomba, sebaiknya isolasi burung terlebih dahulu selama 6 hari agar beristirahat dan tetap tenang. Ketika hari H datang dan melihat banyak burung berkicau, maka mereka akan merasa tertantang sehingga mengeluarkan kicauan terbaiknya.
  • Sebelum lomba, berikan mereka makanan tambahan berupa 4 hingga 7 ekor ulat hongkong dan 3 sampai 5 ekor jangkrik.
  • Setelah lomba berikan dua ekor jangkrik agar energi dan staminanya tetap terjaga.

Cara Burung Murai Batu Nias Agar Gacor

Setelah mengetahui bagaimana atau beberapa tips merawat burung kecil ini, Anda juga perlu memahami bagaimana cara agar mereka bisa gacor atau banyak berkicau mengingat kembali bahwa memang burung ini mempunyai dasar suara yang cantik. Ini dia adalah cara yang bisa Anda coba, antara lain:

Burung Murai Batu Nias Gacor
Burung Murai Batu Nias Gacor

Pemasteran

Jika ingin menghasilkan suara yang beragam, Anda bisa meletakkannya di dekat burung kicau lainnya, seperti love bird, ciblek, kolibri, kenari, dan lain-lain. Selain sebagai guru vokal, pada burung kecil ini juga bisa memperkuat mental si burung murai batu Nias.

Hal ini dikarenakan murai batu Nias akan merasa tersaingi dan menjadikannya ingin lebih unggul dibandingkan burung lain.

Burung-burung kecil yang gacor akan terus berkicau setiap saat dan itu bisa berguna untuk memancing akan murai batu ikut berkicau. Dikarenakan merasa kesal dan terganggu dengan suara burung lainnya, burung murai batu akan membalas kicauan yang lebih lantang.

Seiring berjalannya waktu, mereka akan merasa terbiasa dengan kicauan yang lantang tersebut dan kepercayaan diri untuk berkicau juga sudah kuat.

Pemasteran ini lebih baik menggunakan suara burung autentik dibandingkan rekaman yang terkadang tidak terlalu jelas dan bisa saja menjadikan burung murai batu stres.

Pengumbaran

Selan pemasteran, Anda juga bisa melakukan pengumbaran untuk melatih stamina dan napas burung yang satu ini. Maksud dari pengumbaran sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti pembiaran atau pembebasan.

Jadi, jangan hanya kurung mereka di dalam sangkar, tetapi sesekali lepaskan mereka untuk bisa menikmati suasana luar dan mendapatkan berbagai inspirasi baru. Bisa dikatakan bahwa pengumbaran ini menjadi perawatan yang sepatutnya didapatkan oleh seekor burung.

Namun, Anda bisa melakukan ini jika burung sudah lama tinggal atau cukup dewasa untuk mengingat rumah kembalinya. Jika sudah yakin, lakukanlah pengumbaran sebanyak 2 hingga 3 kali dalam satu minggu.

Sediakan pakan, ekstra fooding, dan air minum yang cukup di sangkar umbaran. Alangkah lebih baiknya jika Anda juga memberikan bak mandi berisi air agar mereka bisa mandi semaunya. Tips mengenai pengumbaran ini dapat Anda praktekkan untuk Anda yang masih pemula dalam merawat jenis burung yang satu ini.

Harga Burung Murai Batu Nias

Burung murai batu Nias ini dibandrol harga yang cukup mahal dan itu ditentukan oleh umur, kicauan, hingga tampilan burung. Harganya sendiri berkisar antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta. Hal ini dikarenakan burung murai batu Nias mempunyai kualitas yang bagus sehingga peminatnya tinggi, tetapi penawarannya rendah atau cukup sulit untuk ditemukan.

Seperti yang sudah dibahas bahwa burung murai batu Nias adalah salah satu burung yang mempunyai kicauan indah sehingga banyak mengikuti perlombaan gantangan. Mengembangbiakan burung murai batu Nias gacor bisa memberikan Anda banyak keuntungan mengingat mereka mempunyai harga yang cukup tinggi.

Avesnesia

Editorial Article Diverifikasi Oleh Team Avesnesia

Senang merawat burung sejak tahun 2019, saat ini saya sedang merawat 4 ekor burung lovebird 2 diantaranya sedang bertelur.

Tinggalkan komentar