Beranda > Makanan Burung > Manfaat Jangkrik untuk Burung Murai, Cek Faktanya Berikut Ini!

Artikel & Rujukan Sudah Diverifikasi Verified

Manfaat Jangkrik untuk Burung Murai, Cek Faktanya Berikut Ini!

Manfaat Jangkrik untuk Burung Murai – Nyatanya, terdapat manfaat jangkrik untuk burung murai. Burung murai dapat dikatakan sebagai salah satu jenis burung yang terbilang populer di Indonesia. Namun, burung murai memerlukan perawatan demi menjaga stamina burung agar suara kicauan yang dihasilkan tetap stabil.

Umumnya, para pecinta burung memilih pakan jangkrik sebagai alternatif pilihan perawatan untuk menjaga kicauan burung murai agar tetap indah. Lantas, hal apa sajakah yang membuat pakan jangkrik dapat bermanfaat bagi kesehatan burung murai?

Manfaat Jangkrik untuk Burung Murai, Bergizi Tinggi?

Burung murai atau shamas adalah burung yang biasanya memakan serangga berukuran sedang. Namun, beberapa burung murai juga dapat mengonsumsi buah-buahan. Keindahan burung murai terletak pada warna bulunya serta kepandaiannya dalam berkicau.

Jangkrik untuk Burung Murai
Jangkrik untuk Burung Murai

Pakan jangkrik sering diberikan untuk menunjang stamina bagi tubuh burung murai. Jangkrik dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi burung murai karena kandungan gizinya yang tinggi dan sangat bagus. Tak mengherankan apabila para pecinta burung mulai memberikan pakan jangkrik kepada peliharaan murainya.

Jangkrik yang masih hidup mengandung 12,3 gram protein ; 5,5 gram lemak ; 75,8 mg kalsium ; 5,1 gram kalsium serta 95 mg zat besi. Kandungan gizi tersebut dapat dihitung pada 100 gram jangkrik hidup. Berbeda halnya dengan jangkrik yang sudah diolah, kandungan protein yang terdapat di dalamnya sekitar 57, 32%.

Tak hanya itu saja, pakan jangkrik juga memiliki kandungan DHA9 asam amino yang berperan dalam pembentukan sel-sel tubuh burung murai. Terdapat pula glutation sebagai antioksidan, DHA, ARA serta Omega 3 dan Omega 6 yang berguna untuk membantu pertumbuhan kecerdasan otak.

Harga dari pakan jangkrik pun sangat terjangkau dengan ketersediaan pasokan yang stabil karena jangkrik sangat mudah untuk ditemukan di alam liar. Namun, pemberian pakan jangkrik untuk burung murai harus sesuai dengan takaran yang sesuai, tergantung jenis burung murai tersebut.

Burung murai memiliki beragam spesies yang berbeda-beda. Walaupun, setiap spesies burung murai terlihat sama namun karakteristik dari masing-masing burung tersebut berbeda. Hal itulah yang mempengaruhi adanya perbedaan takaran dalam pemberian pakan jangkrik pada burung murai.

Anda dapat memberikan takaran sejumlah 6 ekor jangkrik setiap harinya. Aturan pemberiannya pun tidak dapat sekaligus diberikan, namun harus dibagi pada waktu-waktu tertentu. Contohnya, Anda dapat memberikan 4 ekor jangkrik di pagi hari dan 2 ekor jangkrik di sore hari.

Selain itu, Anda juga tidak dapat memberikan pakan jangkrik secara langsung kepada burung. Solusinya, berikanlah pakan jangkrik pada cepuk EF. Burung juga perlu dirawat dan dibersihkan terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan serta dimandikan sebelum diberikan pakan jangkrik. Tak lupa, kandang burung pun perlu dibersihkan agar tetap kebersihan burung tetap terjaga.

Jangan lupa untuk melakukan penggantian air minum burung. Apabila, terdapat kendala saat memberikan pakan jangkrik pada burung murai, seperti murai mengalami over birahi maka takaran dapat dikurangi menjadi 5 ekor jangkrik per harinya.

Anda juga dapat memberikan 10 ekor jangkrik per harinya dengan melakukan pembagian jumlah jangkrik di waktu pagi hari dan sore hari. Selain itu, pemberian jangkrik 15 ekor per harinya juga dapat dilakukan dengan pembagian 5 ekor di pagi hari, 5 ekor di siang hari dan 5 ekor sisanya di sore hari.

Namun, perlu diingat bahwa pemberian takaran atau jumlah jangkrik per harinya pada burung murai harus berdasarkan jenis serta karakteristik dari burung murai tersebut.

Jenis-Jenis Burung Murai di Indonesia

Berikut ini beberapa jenis burung murai di Indonesia yang perlu Anda ketahui agar pemberian takaran pakan jangkrik dapat diberikan dengan tepat sesuai karakteristik atau jenis dari masing-masing burung murai.

1.      Jenis burung murai batu

Murai batu memiliki karakteristik tipe petarung sehingga saat murai batu bertemu secara langsung dengan lawannya, ia akan segera melawan dan bertempur satu sama lain. Walaupun begitu, nyatanya burung murai batu tidak mudah mengalami stres.

Burung n Murai Batu Suka Cabut Bulu
Burung n Murai Batu  | source : wikipedia commons

Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari murai batu sehingga memungkinkan Anda untuk dapat membawa murai batu dalam perjalanan yang jauh sekalipun. Murai batu juga merupakan burung yang pintar beradaptasi dengan lingkungannya dan bisa dijadikan sebagai hewan yang jinak.

Burung ini termasuk ke dalam burung yang cepat mengalami birahi, maka dari itu pemberian pakan jangkrik murai batu sebaiknya diberikan sebanyak 5 ekor jangkrik per hari dengan pembagian di pagi hari dan sore hari. Hindarilah menjemur murai batu terlalu lama di bawah cahaya matahari karena dapat menyebabkan burung mengalami over birahi.

Dikenal sebagai burung petarung, tentu membuat burung yang satu ini menjadi salah satu burung teritorial. Maka dari itu, ia akan mempertahankan wilayahnya dengan sebaik-baiknya.

2.      Jenis burung murai papua

Burung murai papua atau irian, memiliki suara yang terkesan monoton. Namun, kicauan dari murai papua dapat dilatih agar terdengar lebih indah. Jenis suara alami yang dimiliki oleh murai papua, terdiri dari suara besetan, suara panggilan hingga nyanyian.

burung murai papua
burung murai papua

Suaranya pun terdengar lebih tajam dan keras sehingga terkadang hampir menyerupai suara burung cucak jenggot. Murai papua juga memiliki ciri khas berupa warna paruhnya yang hitam serta ukurannya yang tergolong lebih besar dan panjang ketimbang jenis murai lainnya.

Murai papua ini juga dapat diberikan pakan jangkrik. Biasanya, jangkrik yang diberikan untuk murai papua ini, memiliki takaran sebanyak 5 ekor per harinya dengan pembagian pakan di pagi hari dan sore hari.

3.      Jenis burung murai batu medan

Burung murai batu medan termasuk ke dalam salah satu jenis murai batu. Ciri-ciri dari murai batu medan adalah ekornya yang memiliki polar berwarna putih dengan strip hitam yang berjumlah empat pasang. Selain itu, ekornya pun melengkuk dan dapat terangkat hingga menyentuh kepala.

burung murai batu medan
burung murai batu medan

Meskipun begitu, terdapat pula murai batu medan asli yang memiliki ekor lurus namun tidak terlalu panjang. Warna bulunya pun hitam legam dan mengkilap, apabila diletakkan di bawah sinar matahari maka bulunya akan terlihat semu biru tua.

Walaupun, termasuk ke dalam jenis murai batu yang berbeda, namun murai batu medan juga sering kali mengalami over birahi. Maka dari itu, pemberian pakannya pun harus sesuai. Normalnya, sekitar 4 hingga 5 ekor jangkrik per hari.

Penutup

Burung merupakan hewan yang populer dijadikan sebagai hewan peliharaan. Berbagai jenis burung memiliki keindahannya dan karakteristiknya masing-masing. Maka dari itu, perawatan dari masing-masing jenis burung pun tidak bisa disamakan. Salah satunya adalah perawatan burung murai yang bisa saja berbeda dengan jenis burung lainnya.

Bagi para peternak burung murai, biasanya mereka akan memberikan pakan jangkrik sebagai salah satu cara agar burung murai tersebut dapat tumbuh dengan sehat. Tentunya, sebagai pecinta burung, Anda pun dapat menggunakan cara tersebut dan merasakan manfaat jangkrik untuk burung murai.

Avesnesia

Editorial Article Diverifikasi Oleh Team Avesnesia

Senang merawat burung sejak tahun 2019, saat ini saya sedang merawat 4 ekor burung lovebird 2 diantaranya sedang bertelur.

Tinggalkan komentar