Beranda > Ensiklopedia Burung > mengetahui jenis ciung batu dan kehidupannya di alam liar

Artikel & Rujukan Sudah Diverifikasi Verified

mengetahui jenis ciung batu dan kehidupannya di alam liar

mengetahui jenis ciung batu dan kehidupannya di alam liar

Ciung batu, juga dikenal dengan sebutan burung ciung, merupakan salah satu jenis burung yang hidup di alam liar. Burung ini memiliki penampilan yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta burung. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis ciung batu yang ada serta kehidupan mereka di alam liar.

Ciung Batu Hitam

Ciung batu hitam, atau sering juga disebut dengan nama ilmiah “Dicrurus macrocercus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang paling umum ditemui di Indonesia. Burung ini memiliki bulu hitam pekat yang membuatnya mudah memblend-in dengan lingkungan sekitarnya. Ciung batu hitam biasanya hidup di hutan-hutan lebat dan sering terlihat bergerombol bersama burung lainnya.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu hitam memiliki ukuran tubuh yang sedang dengan panjang sekitar 25-30 cm. Tubuhnya ramping dan tegap, dengan kepala yang kecil dan paruh yang panjang. Burung ini memiliki bulu hitam pekat yang mengkilap dan sayap yang panjang. Ciri khas ciung batu hitam adalah adanya bulu panjang di ujung ekor yang membentuk seperti “ciung”, sehingga memberikan nama pada burung ini.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu hitam dapat ditemukan di berbagai habitat seperti hutan primer, hutan sekunder, dan daerah perkebunan. Mereka juga sering terlihat di sekitar pemukiman manusia. Ciung batu hitam memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu hitam adalah burung pemakan serangga. Mereka aktif mencari makan di pepohonan dan semak-semak, terutama di atas tajuk pohon. Beberapa serangga kecil yang menjadi makanan utama ciung batu hitam antara lain belalang, jangkrik, ulat, dan ngengat. Ciung batu hitam juga terkenal dengan kemampuannya dalam menangkap serangga saat terbang di udara.

Perilaku dan Suara

Ciung batu hitam memiliki perilaku yang aktif dan gesit. Mereka sering terlihat bergerombol dan berpindah-pindah di antara pepohonan dalam mencari makanan. Burung ini juga terkenal dengan kemampuannya dalam menirukan suara burung lain. Suara ciung batu hitam terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang khas.

Ciung Batu Cokelat

Ciung batu cokelat, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus aeneus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang juga sering ditemui di Indonesia. Burung ini memiliki bulu berwarna cokelat dengan corak belang hitam di tubuhnya. Ciung batu cokelat sering ditemukan di daerah perkebunan dan hutan pinggir kota.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu cokelat memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu hitam, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna cokelat yang terlihat agak mengkilap. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang menjadi ciri khasnya. Sayap burung ini juga panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu cokelat sering ditemukan di daerah perkebunan, terutama perkebunan kopi dan teh. Mereka juga dapat ditemui di hutan pinggir kota dan taman-taman kota. Ciung batu cokelat memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu cokelat adalah burung pemakan serangga dan buah-buahan. Mereka aktif mencari makan di antara dedaunan dan ranting pohon. Beberapa jenis serangga kecil yang menjadi makanan utama ciung batu cokelat antara lain capung, kupu-kupu, dan ngengat. Mereka juga menyukai buah-buahan seperti pepaya dan pisang.

Perilaku dan Suara

Ciung batu cokelat memiliki perilaku yang agak lebih teritorial dibandingkan dengan ciung batu hitam. Mereka cenderung hidup secara soliter atau berpasangan. Dalam mencari makanan, ciung batu cokelat sering terlihat melompat-lompat dan bergerak dengan cepat di antara cabang-cabang pohon. Suara ciung batu cokelat terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang khas.

Ciung Batu Putih

Ciung batu putih, atau dikenal juga dengan nama ilmiah “Dicrurus leucophaeus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki penampilan yang sangat menarik. Burung ini memiliki bulu putih bersih yang membuatnya terlihat elegan. Mereka sering ditemukan di daerah pantai atau rawa-rawa.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu putih memiliki ukuran tubuh yang sedang dengan panjang sekitar 25-30 cm, mirip dengan ciung batu hitam dan ciung batu cokelat. Burung ini memiliki bulu putih yang sangat mencolok dan mengkilap. Paruhnya panjang dan berwarna hitam, sedangkan kaki dan iris matanya berwarna merah.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu putih biasanya hidup di daerah pantai atau rawa-rawa. Mereka sering terlihat di sekitar muara sungai, hutan bakau, dan daerah berair lainnya. Ciung batu putih memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu putih adalah burung pemakan ikan dan serangga air. Mereka aktif mencari makan di sekitar perairan dangkal seperti sungai, danau, dan rawa-rawa. Beberapa jenis ikan kecil dan serangga air yang menjadi makanan utama ciung batu putih antara lain udang, kepiting, dan jangkrik air.

Perilaku dan Suara

Ciung batu putih memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat terbang rendah di atas permukaan air atau berjalan di tepian sungai. Burung ini juga sering terlihat mendekati manusia yang sedang memancing, mencari sisa-sisa makanan yang dibuang. Suara ciung batu putih terdiri dari berbagai jenis panggilan yang khas.

Ciung Batu Merah

Ciung batu merah, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus ater”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki penampilan yang mencolok. Burung ini memiliki bulu berwarna merah cerah yang menonjol. Mereka sering ditemukan di daerah pedalaman hutan tropis.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu merah memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu hitam dan ciung batu cokelat, yaitu sekitar 25-30 cm

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu merah biasanya hidup di daerah hutan tropis, terutama di daerah pedalaman yang lebat. Mereka sering terlihat di antara pepohonan tinggi dan semak-semak yang lebat. Ciung batu merah memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu merah adalah burung pemakan biji-bijian dan serangga besar. Mereka sering terlihat mencari makan di atas pohon-pohon yang berbuah, seperti pohon randu dan pohon beringin. Beberapa serangga besar yang menjadi makanan utama ciung batu merah antara lain kumbang, jangkrik besar, dan kupu-kupu.

Perilaku dan Suara

Ciung batu merah memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dalam mencari makanan. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang dapat terdengar jelas di hutan.

Ciung Batu Kuning

Ciung batu kuning, atau nama ilmiahnya “Dicrurus paradiseus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna kuning cerah yang mencolok. Mereka sering ditemukan di daerah dataran tinggi dengan vegetasi yang subur.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu kuning memiliki ukuran tubuh yang sedang dengan panjang sekitar 25-30 cm, mirip dengan ciung batu lainnya. Burung ini memiliki bulu berwarna kuning cerah yang mencolok, terutama pada bagian dada dan perut. Sayap dan ekor burung ini berwarna hitam. Burung jantan dan betina memiliki penampilan yang serupa.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu kuning biasanya hidup di daerah dataran tinggi, terutama di perbukitan dan pegunungan yang memiliki vegetasi yang subur. Mereka sering ditemukan di hutan-hutan lebat dan taman nasional. Ciung batu kuning memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu kuning adalah burung pemakan buah-buahan dan serangga kecil. Mereka sering mencari makan di antara pepohonan yang berbuah, seperti pohon sirsak dan pohon durian. Beberapa serangga kecil yang menjadi makanan utama ciung batu kuning antara lain kupu-kupu kecil, semut, dan belalang kecil.

Perilaku dan Suara

Ciung batu kuning memiliki perilaku yang aktif dan gesit. Mereka sering terlihat melompat-lompat di antara cabang-cabang pohon dan mencari makanan dengan cepat. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang indah.

Ciung Batu Abu-abu

Ciung batu abu-abu, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus hottentottus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna abu-abu tua yang membuatnya sulit terlihat di tengah pepohonan. Mereka sering ditemukan di hutan-hutan yang rindang.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu abu-abu memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna abu-abu tua yang tampak gelap. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu abu-abu sering ditemukan di hutan-hutan yang rindang dan lebat. Mereka sering terlihat di antara pepohonan tinggi dan semak-semak yang rapat. Ciung batu abu-abu memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu abu-abu adalah burung pemakan serangga kecil, seperti ulat dan ngengat. Mereka sering terlihat mencari makan dengan melompat-lompat di antara daun-daun pohon. Beberapa jenis serangga kecil yang menjadi makanan utama ciung batu abu-abu antara lain ulat, ngengat, dan belalang kecil.

Perilaku dan Suara

Ciung batu abu-abu memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dalam mencari makanan. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang dapat terdengar jelas di hutan.

Ciung Batu Hijau

Ciung batu hijau, atau nama ilmiahnya “Dicrurus balicassius”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna hijau cerah yang mencolok di antara dedaunan. Mereka sering ditemukan di daerah pegunungan dengan vegetasi yang kaya.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu hijau memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna hijau cerah yang mencolok di antara dedaunan. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu hijau biasanya hidup di daerah pegunungan dengan vegetasi yang kaya, seperti hutan montana atau hutan hujan tropis pegunungan. Mereka sering terlihat di antara pepohonan tinggi dan semak-semak yang lebat. Ciung batu hijau memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu hijau adalah burung pemakan serangga besar dan buah-buahan. Mereka sering mencari makan di antara pepohonan yang berbuah, seperti pohon rambutan dan pohon mangga. Beberapa serangga besar yang menjadi makanan utama ciung batu hijau antara lain kumbang, kupu-kupu besar, dan belalang besar.

Perilaku dan Suara

Ciung batu hijau memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dalam mencari makanan. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang indah.

Ciung Batu Biru

Ciung batu biru, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus bracteatus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna biru tua yang indah. Mereka sering ditemukan di daerah hutan-hutan yang lembab.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu biru memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna biru tua yang indah dan mencolok. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu biru sering ditemukan di hutan-hutan yang lembab, terutama di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Mereka sering terlihat di antara pepohonan tinggi dan semak-semak yang rindang. Ciung batu biru memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu biru adalah burung pemakan serangga air dan ikan kecil. Mereka sering mencari makan di sekitar sungai, danau, dan rawa-rawa yang memiliki populasi serangga air dan ikan kecil yang cukup melimpah. Beberapa jenis serangga air yang menjadi makanan utama ciung batu biru antara lain capung air, belalang air, dan serangga air lainnya.

Perilaku dan Suara

Ciung batu biru memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dan semak-semak yang lebat. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang indah, sering kali terdengar di sekitar air.

Ciung Batu Ungu

Ciung batu ungu, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus sumatranus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna ungu yang langka ditemui pada burung lainnya. Mereka sering ditemukan di daerah rawa-rawa dan hutan rawa.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu ungu memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna ungu yang langka ditemui pada burung lainnya, membuatnya sangat mencolok di antara pepohonan dan semak-semak. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu ungu sering ditemukan di daerah rawa-rawa dan hutan rawa, terutama di daerah dengan tanah berair dan vegetasi yang lebat. Mereka sering terlihat di antara pepohonan dan semak-semak yang tumbuh di sekitar air. Ciung batu ungu memiliki penyebaran yang terbatas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu ungu adalah burung pemakan serangga besar dan biji-bijian. Mereka sering mencari makan di antara pepohonan dan semak-semak yang tumbuh di sekitar rawa-rawa. Beberapa jenis serangga besar yang menjadi makanan utama ciung batu ungu antara lain kumbang, belalang besar, dan kupu-kupu besar. Mereka juga menyukai biji-bijian seperti biji padi dan biji rumput air.

Perilaku dan Suara

Ciung batu ungu memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dan semak-semak yang lebat. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang terdengar indah di sekitar rawa-rawa.

Ciung Batu Oranye

Ciung batu oranye, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus megarhynchus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna oranye cerah yang mencolok. Mereka sering ditemukan di daerah terbuka, seperti padang rumput.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu oranye memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna oranye cerah yang mencolok, membuatnya sangat mencolok di antara lingkungan padang rumput. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu oranye sering ditemukan di daerah terbuka, terutama padang rumput, savana, dan lahan pertanian. Mereka sering terlihat di antara rumput tinggi dan semak-semak yang tumbuh di daerah tersebut. Ciung batu oranye memiliki penyebaran yang luas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu oranye adalah burung pemakan serangga kecil dan biji-bijian. Mereka sering mencari makan di antara rumput tinggi dan semak-semak, mencari serangga kecil seperti lalat dan belalang kecil. Mereka juga menyukai biji-bijian seperti biji rumput dan biji-bijian liar.

Perilaku dan Suara

Ciung batu oranye memiliki perilaku yang aktif dan gesit. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara rumput tinggi dan semak-semak. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang terdengar riang di padang rumput.

Ciung Batu Pink

Ciung batu pink, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus andamanensis”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna pink yang langka ditemui pada burung lainnya. Mereka sering ditemukan di daerah pegunungan dengan vegetasi yang kaya.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu pink memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna pink yang langka ditemui pada burung lainnya, membuatnya sangat mencolok dan menarik perhatian. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu pink sering ditemukan di daerah pegunungan dengan vegetasi yang kaya, seperti hutan montana atau hutan hujan tropis pegunungan. Mereka sering terlihat di antara pepohonan tinggi dan semak-semak yang lebat. Ciung batu pink memiliki penyebaran yang terbatas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu pink adalah burung pemakan buah-buahan dan serangga kecil. Mereka sering mencari makan di antara pepohonan yang berbuah, seperti pohon rambutan dan pohon mangga. Beberapa serangga kecil yang menjadi makanan utama ciung batu pink antara lain kupu-kupu kecil, semut, dan belalang kecil.

Perilaku dan Suara

Ciung batu pink memiliki perilaku yang aktif dan lincah. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dan semak-semak yang lebat. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang indah, sering kali terdengar di hutan pegunungan.

Ciung Batu Abu-abu Gelap

Ciung batu abu-abu gelap, atau dalam bahasa ilmiah disebut “Dicrurus lophorinus”, adalah salah satu jenis ciung batu yang memiliki bulu berwarna abu-abu gelap yang membuatnya sulit terlihat di malam hari. Mereka sering ditemukan di daerah hutan yang gelap.

Penampilan dan Ciri Khas

Ciung batu abu-abu gelap memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan ciung batu lainnya, yaitu sekitar 25-30 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna abu-abu gelap yang membuatnya sulit terlihat di malam hari. Pada bagian dada dan perut, terdapat corak belang hitam yang mencolok. Sayap burung ini panjang dan ekornya cenderung pendek.

Habitat dan Penyebaran

Ciung batu abu-abu gelap sering ditemukan di daerah hutan yang gelap, terutama di hutan-hutan yang lebat. Mereka sering terlihat di antara pepohonan dan semak-semak yang rindang. Ciung batu abu-abu gelap memiliki penyebaran yang terbatas, terdapat di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Makanan dan Kebiasaan Makan

Ciung batu abu-abu gelap adalah burung pemakan serangga malam dan hewan kecil lainnya. Mereka sering mencari makan di malam hari, terutama di antara pepohonan yang gelap. Beberapa jenis serangga malam yang menjadi makanan utama ciung batu abu-abu gelap antara lain ngengat, capung malam, dan serangga malam lainnya.

Perilaku dan Suara

Ciung batu abu-abu gelap memiliki perilaku yang aktif di malam hari. Mereka sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan yang gelap. Burung ini juga memiliki suara yang khas, terdiri dari berbagai jenis panggilan dan nyanyian yang terdengar saat malam hari di hutan yang gelap.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah mengenal berbagai jenis ciung batu dan kehidupan mereka di alam liar. Setiap jenis ciung batu memiliki penampilan yang unik dan menarik, serta memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem di habitat alam mereka. Mereka berperan sebagai pemangsa serangga dan hewan kecil, serta membantu dalam penyebaran biji-bijian melalui kotoran mereka.

Ciung batu hitam, cokelat, putih, merah, kuning, abu-abu, hijau, biru, ungu, oranye, dan pink, semuanya memiliki adaptasi dan kebiasaan makan yang berbeda sesuai dengan habitat dan lingkungan tempat tinggal mereka. Dalam mencari makanan, ciung batu aktif dan gesit, sering terlihat melompat-lompat dan bergerak cepat di antara pepohonan dan semak-semak.

Penting bagi kita untuk menjaga habitat alam yang menjadi tempat tinggal ciung batu dan burung-burung lainnya. Dengan menjaga kelestarian habitat alam, kita dapat memastikan kelangsungan hidup dan keberagaman jenis burung seperti ciung batu. Selain itu, pengetahuan tentang berbagai jenis burung juga dapat meningkatkan pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati di Indonesia.

Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang ciung batu dan kehidupan mereka di alam liar. Mari kita jaga kelestarian lingkungan dan burung-burung di sekitar kita untuk masa depan yang lebih baik.

Avesnesia

Editorial Article Diverifikasi Oleh Team Avesnesia

Senang merawat burung sejak tahun 2019, saat ini saya sedang merawat 4 ekor burung lovebird 2 diantaranya sedang bertelur.

Tinggalkan komentar